Minggu, 08 November 2020

Siapakah Sufi?



    Kelompok sufi telah menyebar di dunia Islam, sehingga kaum muslimin pun terbagi dua dalam menyikapi mereka. Ada yang mendukung dan ada yang menentang. Agar seseorang bisa menentukan berada di pihak yang mana dan bisa menyikapi mereka dengan benar, hendaknya ia mengetahui hakekat sufi yang sebenarnya. Benarkah pengakuan mereka sebagai pengikut Al-Imam Asy-Syafii? Apakah mereka sesuai dengan ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah?

Asal sufi
Perlu diketahui, sufi adalah satu lafadz yang tidak dikenal pada masa sahabat maupun tabiin dan tabiit tabiin. Asy-Syaikh Muqbil berkata:"Sesungguhnya bidah tasawuf muncul setelah tahun 200 H. Tasawuf tidak ada di zaman Nabi, sahabat, maupun tabiin."

Penyimpangan sufi
1. Sufi terpecah belah menjadi kelompok-kelompok atau tarekat-tarekat
    Padahal Islam melarang perpecahan dan hanya mengenal satu jalan saja. Allah berfirman :"Dengan kembali bertaubat kepadaNya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka."(Ar-Rum:31-32)
2. Sebagian sufi berdoa kepada selain Allah
    Mereka berdoa kepada nabi dan wali mereka yang masih hidup maupun yang sudah mati. Padahal Allah berfirman :"Dan janganlah kamu menyembah sesuatu selain Allah yang tidak memberi manfaat dan  mudharat kepadamu.Sebab jika kamu berbuat seperti itu maka sesungguhnya kamu termasuk orang yang zalim."(Yunus:106)
3. Sufi meyakini adanya badal dan quthub 
    Yakni orang-orang yang mereka yakini sebagai wali dan ikut andil dalam pengaturan alam semesta.
4. Sebagian sufi meyakini wihdatul wujud
    Menurut mereka tidak ada khalik tidak ada makhluk. Semuanya ilah.
5.Sufi membolehkan berjoget sambil menabuh rebana dan berdzikir dengan suara keras
    Asy-Syaikh Muqbil menerangkan:"Ibnul Qayyim pernah menerangkan bahwa beliau pernah melihat orang-orang sufi berjoget di Arafah.Beliau melihat mereka berjoget diiringi rebana. Juga melihat mereka berjoget di masjid Khaif."Di antara mereka juga adalah Muhammad Kabbani, yang berkunjung ke Jakarta dan berdzikir serta mengajak yang hadir berjoget.
6. Sebagian orang sufi mengklaim mengetahui ilmu ghaib
     Padahal Allah telah berfirman:"Tidak ada seorangpun  baik di langit maupun di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah."(An-Naml:65)
7. Orang sufi mengklaim bahwa Allah menciptakan Nabi Muhammad dari cahaNya, kemudian Allah menciptakan segala sesuatu dari cahaya Nabi Muhammad
8. Orang sufi mengklaim bahwa ibadah kepada Allah tidaklah dilakukan karena takut kepada neraka atau mengharapkan surga
    Mereka berpendapat bahwa ibadah karena mengharapkan surga adalah kesyirikan,sebagaimana diucapkan oleh tokoh mereka Syarawi.
9.Sebagian orang sufi mengklaim bahwa Allah menciptakan dunia karena Muhammad
10.Mereka membaca shalawat-shalawat yang tidak diajarkan Rasulullah
     Bahkan shalawat-shalawat yang mengandung kesyirikan, yang tidak akan diridhai oleh Rasulullah. Seperti shalawat Nariyah.
11. Orang sufi mengklaim bisa melihat Allah di dunia

Minggu, 22 Maret 2015

Doa Ketika Hendak Tidur



    Dari Nabi saw, Barang siapa yang ketika hendak tidur lalu membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas lalu dihembuskan ke telapak tangannya dan diusapkan ke wajah dan tubuhnya. Dan hal itu diulang sebanyak tiga kali , maka malam itu dia mendapat perlindungan dari Allah semalam suntuk.
Dari Nabi saw, Beliau bersabda : Barang siapa yang membaca lailahaillallah wahdah lasyarikalah lahulmulku walahulhamdu wahuwa ala kulli syaiin kodiir sebanyak 100 kali pada pagi hari, maka pada hari itu dia mendapatkan kecukupan sampai sore harinya, dicatat baginya 100 kebaikan, dan dijauhkan darinya 100 kejelekan.
Yang dimaksud muawwidzatain adalah surat An Naas dan Al Falaq.

Dzikir



    Perumpamaan seseorang yang berdzikir kepada Allah adalah seperti seseorang yang sedang berlindung di dalam sebuah benteng yang amat kokoh. Orang tersebut diberitahu bahwa musuh akan datang menyerbu. Musuh datang menyerbu dengan mengerahkan semua kekuatannya. Lalu orang tersebut berlindung ke dalam benteng yang amat kokoh tersebut. Benteng yang tidak akan dapat ditembus oleh musuhnya. Apabila dia masuk ke dalam benteng tersebut maka amanlah ia. Ketahuilah bahwasanya dzikir itu adalah benteng dan musuh yang kejam itu adalah setan. Setan adalah musuh anak adam yang sebenar-benarnya. Maka dari itu semua bani Adam harus menganggapnya sebagai musuh. Sesungguhnya setan itu akan senantiasa menggoda bani Adam baik dari depan, dari belakang, maupun dari samping kiri dan kanannya dengan sekuat tenaga. Namun apabila anak adam tersebut berdzikir kepada Allah maka seolah-olah ia telah berlindung ke dalam benteng yang amat kokoh. Ia akan selamat selama berada di dalam benteng tersebut. 
Firman Allah :
Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS. Al Jumuah : 10). Dalam ayat ini disebutkan bahwa orang yang banyak berdzikir akan beruntung.

Ilmu dan Amal



    Setiap ucapan dan perbuatan haruslah disertai ilmu. Karena apabila seseorang mengucapkan sesuatu tanpa ilmu maka ucapannya hanyalah ucapan yang sia-sia. Dan jika seseorang melakukan sesuatu tanpa ilmu maka perbuatannya tersebut juga sia-sia. Allah melarang kita dari melakukan sesuatu tanpa ilmu. FirmanNya:”Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak punya ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya”.
Mujahidin adalah orang yang mencurahkan pikiran dan tenaga dengan sungguh-sungguh untuk menegakkan kalimat Allah. Jihad ada dua jenis yakni: 
-      jihad dengan ilmu dan penjelasan atau bukti-bukti
-      jihad dengan senjata dan tenaga fisik    
Adapun jihad dengan ilmu dan penjelasan maka tidak semua orang bisa melakukan hal ini. Sedangkan jihad jenis kedua maka semua orang yang memiliki keberanian dan kekuatan fisik bisa melakukannya.

Dosa-dosa Besar



    Sesungguhnya dosa itu ada yang besar dan ada yang kecil. Hal ini berdasarkan firman Allah, “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar diantara dosa-dosa yang kamu dilarang untuk mengerjakannya, niscaya Kami akan hapuskan kesalahan-kesalahan kamu dan Kami akan  masukkan kamu ke tempat yang mulia”. Dosa yang kecil bisa dihapus dengan wudu sholat dan amal-amal sholeh lainnya. Sedangkan dosa besar maka pelakunya harus memohon ampun kepada Allah dan meninggalkan perbuatan dosanya serta tidak mengulanginya di kemudian hari.

Dosa yang paling besar diantara dosa-dosa besar adalah syirik. Barangsiapa yang melakukan dosa syirik dan mati dalam keadaan musyrik maka sudah pasti tempat kembalinya adalah neraka.  Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan akan mengampuni dosa-dosa selain syirik  bagi siapa saja yang dikehendaki oleh Allah. Syirik adalah kegelapan nanti pada hari kiamat. Barang siapa yang melakukan syirik maka sesungguhnya ia telah melakukan dosa dan kezaliman yang benar-benar besar. Allah berfirman : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena syirik, dan Dia akan mengampuni (dosa) selain syirik bagi siapa yang dikehendakiNya. Dan barang siapa yang menyekutukan Allah (syirik), maka sungguh dia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa : 48).

Menganggap bahwasanya alam semesta ini tidak hanya diciptakan Allah adalah syirik. Menyembah sesuatu selain Allah adalah syirik. Menganggap bahwasanya hujan turun karena bintang-bintang adalah syirik. Menjadikan orang yang telah mati sebgai wasilah bagi doanya kepada Allah adalah syirik.